Kamis, 07 Desember 2017

What to do when you are pregnant in Belgium

Hello temen2 setanah air yang tercinta. Di selah2 jam istirahat kerja saya, saya ingin berbagi mengenai ribet nya saya pas pregnant beberapa bulan yang lalu dan juga tips untuk calon ibu-ibu baru.
Pas saya pregnant dulu sih hengkang2 kaki saat liburan kerja itu udah tinggal kenangan. Yang ada tuh panic attacks berkali-kali karna gak tau harus nyiapin apa aja dan harus mulai dari mana. Seperti biasa saya pun jelajahin google nyari info sebanyak mungkin namun itu semua tidak cukup mengingat tempat dan sikon yang berbeda di tiap musim dan negara. Untungnya ada teman orang Belgia yang kebetulan belom lama punya baby saat itu, so berguru lah saya sama dia. Berikut adalah cerita pengalaman dan tips saat pregnant dan masih tetap bekerja.

Awal pregnancy:

Saat saya merasa ada tanda-tanda kehamilan, saya memberitahu suami saya, dan kemudian saya membeli pregnancy test kit. Saya melakukan test dan ditungguin sama suami saya di depan pintu toilet dan setelah itu menunggu beberapa menit untuk melihat dua garis merah pada pergnancy test kit pertanda positif. Saran saya sih, kalau kita telat datang bulan, jangan cepat-cepat update status di FB dan heboh sana-sini, karna kita tidak pernah tau what's happening deep inside there, dan even though hasil test kehamilan positif pun harus tetap diperiksakan ulang di dokter pribadi, yang kemudian akan merujuk ke rumah sakit dan dokter kandungan untuk diketahui benar atau enggaknya kita pregnant dan apakah semuanya baik-baik aja, once again because we never know. Usia kandungan ideal untuk announcement adalah setelah 12 minggu. WHY? karena setelah 12 minggu barulah kepastian semuanya baik-baik aja mencapai 60%, dan sebelum itu resiko untuk keguguran sangat tinggi.
Bagi temen-temen yang masih bekerja, kita bisa segera memberi tahu kehamilan kita kepada pihak HRD sehingga kondisi dan ritme kerja bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh kita yang bakalan ngalamin up side down. saya juga saranin jangan cepet-cepet ngabisin jatah liburnya, karna itu bisa dipakai untuk check up sana-sini. dijamin, buanyak banget janji-janji manis yang bakalan kita buat sama si dokter-dokter tercinta saat kita sedang pregnant. Mulai dari janji-janji biasa sampai janji-janji aneh yang gak pernah kita bayangin sebelumnya. Satu hal darurat kalo suami isteri bekerja, dan posisinya ada di Brussels, AYO DAFTARIN KE CHILD CARE SEDINI MUNGKIN. Karena waiting list-nya itu puanjaaaaang buangeeeet. Bisa-bisa baby kita baru bisa keterima dalam 2 tahun kalau gak buru-buru di-daftarin.
Sekian dan terimakasih untuk membaca artikel saya kali ini. Dalam artikel selanjutnya saya akan membahas pengalaman saya dengan persiapan2 lanjutan setelah usia pregnancy mencapai 12 minggu.

Good luck bagi yang sedang mencoba, dan congratulation buat yg sedang pregnant.


Minggu, 05 November 2017

Being pregnant in Brussels

Hello men-temen. Nih saya mau lanjutin lagi berbagi tentang proses kehamilan saya di sini. By the way, saat saya menyelesaikan tulisan saya kali ini, bayi saya sudah berumur 9 bulan. Time goes fast buanget. 

Jadi, setelah melakukan test kehamilan dan hasilnya positif, kita memutuskan untuk memberi tahu dokter pribadi kita. Dari dokter pribadi, saya pun di check-up dan dibikinin resep vitamin yang harus diminum setiap hari selama masa kehamilan. Dokter kami itu pun memberikan saran beberapa rumah sakit terbaik yang beliau ketahui untuk follow up lebih lanjut mengenai kehamilan saya, salah satunya adalah RS St. Pierre-Brussels dimana tempat saya akhirnya bersalin. Saya langsung dibuatkan surat pengantar untuk rumah sakit tersebut untuk pemeriksaan lebih mendetail.

Kita langsung menelfon pihak rumah sakit untuk membuat janji. Pertemuan pertama dengan dokter kandungan untuk memeriksa jantung bayi etc. Setelah pertemuan pertama, langsung dibuatkanlah juga janji untuk pertemuan-pertemuan berikutnya, dari mulai check up normal ultra saunds, sampai janjian-janjian aneh yang gak pernah terpikirkan oleh saya. Janjian dengan kinetherapist (ahli muscle) mengenai bagaimana cara yang baik untuk melahirkan secara normal dan juga belajar beberapa gerakan exercise, janjian untuk sesi belajar menyusi bayi, janjian untuk persiapan mendetail mengenai persalianan, dll. Semasa hamil itu sebaiknya kita bisa lebih flexible soal waktu karena kita bakal banyak janji sana-sini. Memang di Belgia itu calon orang tua biasanya diajarkan hal-hal parenting sedetail mungkin, sehingga kita para new parrents tidak kewalahan, bisa siap secara mental maupun physical, suami-isteri saling mendukung, dan benar-benar mengambil bagian dalam mengurus dan membesarkan anak secara adil dan mandiri tanpa embel-embel butuh bantuan sodara, orang tua ataupun mertua.

Sebelum 12 minggu masa kehamilan, saya tidak mengumumkan kehamilan saya kepada public, ceh ilah, sok ngartis gitu, wkwkwkwk. Alasannya sih, karena sebelum masa kehamilan 12 minggu, resiko keguguran masih sangat tinggi yaitu 60 persen. Setelah melewati 12 minggu, dan kemudian diadakan ultra sound, dan merasa confident dengan kehamilan saya, langsung deh saya dan suami mengumumkan kehamilan saya pada keluarga kami dan juga untuk rekan kerja saya.

Nah, hari ini, sampai di sini dulu artikel saya kali ini. Berikutnya saya akan ceritakan bagaimana ribetnya saya being pregnant, dan juga mempersiapkan kedatangan si buah hati.




Minggu, 25 Juni 2017

Pregnancy test

Awal Juni 2016, saya merasakan keanehan pada tubuh saya. Saya orangnya kecil mungil, kata temen-temen saya - kalau ditiup angin saya bisa langsung terbang saking kuecil nya. Tapi saat itu saya yang selalu ceria dan cenderung loncat-loncat kayak kodok malah tiba-tiba berasa seperti kura-kura yang gak kuat bergerak. Kayaknya pengen dekeeet aja sama bantal. Waduh, pas laporan sama kang mas, dia langsung curiga: "maybe you are pregnant" kata dia. 

Akhirnya dengan rasa penasaran, saya pun membeli pregnancy test kit di apotek deket rumah, dan malamnya saya langsung melakukan test. Wah dag dig dug derrrrrr, setelah menunggu hasilnya beberapa detik, ternyata oh ternyata, hasilnya POSITIF. 

"WOW", that was the first word yang ada di benak saya. Dengan kebingungan, suami saya mendekat dan melihat hasil test kit tersebut, dan mengkonfirmasi apakah benar hasilnya memang positif. Kita pandang-pandangan gak jelas (kayak di sinetron-sinetron geto), mata berkaca-kaca, saya bilang "ya, it is POSITIF" dengan bergembira kita saling mengucapkan "congratulation" dan berpelukan seperti dua teletubies yang lagi girang. Untuk penantian yang cukup panjang langsung deh berpesta ria berdua, kayak bocah ababil. 😂  

Malam itu, setelah waktunya tidur, saya yang sedang bergembira kemudian merasa aneh: seperti ada rasa sedih, pengen nangis tapi bingung mau nangis kenapa; mungkin karena tanggung jawab yang bakal menanti membuat saya sedikit cemas, mungkin karena sadar bahwa tubuh saya yang kecil mungil dengan pinggang yang hanya berukuran dua jengkal akan berubah menjadi berjengkal-jengkal, mungkin karena ketakutan akan harus menghadapi proses melahirkan, dll. Setelah sercing-sercing dari si mbah google, eeeeh, ternyata oh ternyata rasa sedih, cuapek, dll itu semua dirangkum sebagai hasil perubahan hormon dalam tubuh saat awal kehamilan.

Setelah kita yakin dengan hasil test, kita pun segera mengunjungi dokter general kita. Selanjutnya akan saya bahas dalam artikel berikutnya. Penasaran? Ikutin terus yah artikel-artikel saya. 

Salam hangat dari Brussels..






Kamis, 08 Juni 2017

GOOD NEWS

Hi teman-teman, apa kabar? yang lagi berpuasa saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa yah. BTW bulan puasa kali ini di Belgia panjang banget nih, sampai jam 10an malem kayaknya, karna mataharinya terbenam lebih lama, alias siang harinya lebih panjaaaanggg... hmmm, tetap semangat yah teman-teman di Belgia..

Bay de weyh, saya jadi malu, udah lama gak nulis artikel, dan coment-coment pun baru sempet saya balas belum lama ini.

Nah men-temen, guess why saya kayaknya tiba-tiba menghilang dari dunia permayaan luammmaaa buangeeettt.. (ayo, sebelum liat jawabannya dibawah, tebak dulu). Jawabannya saya tarohnya agak jauh di bawah, LOL















































Aku punya BABY... Yay!!! it's a baby boy, and he is soooo cuuuttteeeeeee... sekarang umurnya sudah empat bulan. Waktu cepat sekali yah berlalu? gak kerasa banget.

Tiga setengah tahun yang lalu saya geret-geret koper dan dijemput sama si pakle eh salah bule which is misua ku sekarang di International airport di Brussels, kemudian kita tinggal sama mertua, terus tahun pertama di Belgia saya merasa seperti orang ilang karna belum punya teman, bahasa prencong A-U A-U, gabung sana-sini ikut kegiatan international biar bisa dapat temen, nulis blog saking gak tau mo ngapain lagi jadi nulis artikel sebagai tempat curhat dan skalian berbagi buat teman-teman yang senasib dan sepenanggungan, trus pindah ke Brussels, dapat kerja, eeeeh sekarang dikasih rejeki dan berkah terindah : my cute baby.

Udah lama banget nih gak nulis, banyak sekali informasi terpendam di benak saya yang kayaknya pengen meledak karna harus segera di-share. terutama mengenai kehamilan ku di sini, info-info ngurusin bayi, info pasca melahirkan, dll.

WOW, saya udah gak sabar nih untuk nulis artikel berikutnya. Mau mulai dari mana yah??

Saya berharap temen-temen punya semangat yang sama untuk membaca artikel-artikel saya.

See you soon on my next artikel yah. (sambil mikir, mo mulai dari mana nih artikel berikutnya)



















Senin, 04 Juli 2016

Brantem sama pasangan

Hello temen-temen sebangsa setanah air yang tercinta. 
Apa kabar nih? Dari judul artikel saya kali ini pliz jangan disalah artikan yah. Saya tidak bermaksud curhat di medsos dan berakting seperti para artis atau diva-diva yang cetar membahana. Ini cuman sekedar membagi pengalaman ajah. 

Siapa sih yang gak pernah brantem sama pasangan? hayo ngaku... kalo gak pernah brantem berarti ada dua kemungkinan, anda bo'ong, atau entahlah apa yang terjadi BUT IT IS NOT NORMAL.

Dua kepala yang totally berbeda, tinggal satu atap, tidur sekamar, satu tempat tidur, ngeliat muka yang sama tiap ari, rebutan bantal and selimut saat tidur, berkompetisi ngorok tiap malem, pasti lah ada hal-hal yang nyebelin yang bakal bikin ribut. Biasanya ada aja pasti selisih paham. 

Ini masalah selisih paham tidak lain karna pria dan wanita itu bener-bener berbeda sampe-sampe there is a say : Man are from Mars and Woman are from Venus. Mungkin ada benernya. Tapi kayaknya buat orang-orang Indonesia bagian Timur dan orang-orang Sumatra (Batak misalnya), "Man are from Mars and Woman are from the Sun" deh. Woman-nya cepet panas bok. Kalo marah langsung CETAR!!!! Gak seperti wanita Jawa atau Sunda yang lemah gemulai dan mungkin nangis ke kamar, biasanya kita langsung pasang aksi yang cukup serius. REALLY?? Coba ajah!

Pada umumnya cewek Indonesia di Belgia apa sih senjata-senjata kecil pas brantem sama pasangan?
  • Ngambek : gak ngomong berjam-jam. Ditanya apa diem, pura-pura nggak jawab, dll. Durasinya tergantung dari sebesar apa marahnya. 
  • Nangis : Mo ngapain lagi kalo gak? apa lagi pas udah deket tanggal dateng bulan. pasangannya reseh dikit kitanya udah termehek-mehek. 
  • Ngomel gak berhenti-berhenti : Pasangan kita harus siap pasang kuping. Panas-panas deh tuh kuping. Tutup aja jendela dan semua pintu dengan rapat, takutnya pasangan kita loncat ke jalan saking puyengnya.
  • Shoping : Ini senjata kecil tapi lumayan bahaya. karna habis marah kantong juga ikutan kering. 
Nah senjata-senjata besarnya apa? hehehe
  • Lempar cincin kawin : hahahaha, lemparnya gak jauh-jauh tapi, jadi nemuinnya lagi gak susah nantinya pas dicari. Lumayan bok, apa lagi yang ada berliannya: lemparnya harus hati-hati, ke kasur misalnya kan empuk biar berliannya gak copot. 
  • Ngancem mau sobek surat nikah : Hehehe.. saya sih belom pernah, tapi pengalaman temen-temen ada yang seperti ini juga. Alhamdulilah gak kesampean semua, cuman anceman doank. 
  • Pengen cerai : huh, berurai air mata sambil ngomong, "I don't care, i want to divorce" ala-ala telenovela. Pernah gak sih??? geli kan kalo diinget-inget lagi. 
Naah, ini dia senjata andalan :
  • Ngancem pengen tinggalin, pengen balik ke Indonesia. Ini artinya sudah bener-bener mummmet sama pasangan. Ini senjata andalan yang bikin pasangan dag-dig-dug-DERR!! Lebih serius lagi, sampe pake acara nyiapin koper, lebih serius lagi, sampe pake acara mesen taksi, lebih serius lagi, sampe pake acara ke Bandara. Lebih serius lagi, sok gak kasi kabar dan ternyata nginep di rumah temen, hotel mahal bok. Pas lagi nginep, eh kangen walaupun lagi marah.
Intinya Orang Indonesia khususnya cewek pas brantem sama pasangan yah itu itu aja tingkahnya. Saran saya sih jangan sampe beneran tinggalin yah, karna sayang semua masalah pasti bisa diatasin asal kita masih saling sayang. Ngancem2 dikit sih boleh, tapi jangan lebay, kalo kita beneran sayang sama pasangan kita ya gak usah terlalu tegangan tinggi deh, kalo pasangan kita sayang sama kita, dianya juga pasti mau ngerti dan berkorban tergantung gimana pinternya kita berdiplomatik. Dari pengalaman sih ada yang pernah tinggalin suaminya dan gak pernah kembali lagi. Kalo udah kayak gini sih udah susah. Karna tandanya udah gak ada rasa sayang atau mungkin masih sayang tapi kebanyakan pasangannya keburu kegatelan and nyari wewe gombel yang makin mempersulit reconciliation antar mereka 😯 

Jadi temen2, hubungan itu anugrah, be normal or abnormal terserah lah walaupun kita punya selisih paham. Tapi kita harus berusaha juga untuk menjaga. Dan kalo ada masalah curhat lah ke orang2 yang tepat. Bagi yg cewek jangan curhat ke cowok cakep, itu vampire tuh, yg cowok juga jangan curhat ke cewek cakep, cakep2 itu wewek gombel.. and jangan sampe keluarga dapet bocoran kalo kita lagi ribut. Bisa berabe. OK?

Alrighthouuuu men-temen, demikian artikel saya kali ini, and from my comfy bed, I wish you have a good day😇

Ciaoooo bellaaa

Senin, 28 Maret 2016

Mengenal karakter pria Belgia

Hola teman-teman. Terinspirasi dari pertanyaan salah seroang pembaca, saya jadi sibuk mikir sendiri, seperti apa karakter umum pria-pria Belgia. Saya pun mulai mengobservasi suami saya sendiri, teman-temannya, kolega-kolega yang memang asli Belgia, dan juga sedikit bergosip dengan temen-temen sebangsa setanah air Indonesia yang pasangannya orang Belgia. 

Ini sih beberapa kesimpulan yang saya dapet dari hasil observasi dan juga hasil bergosip ria dengan temen-temen (dan diakui kebenarannya oleh suami saya) . 

  • Lengket kayak prangko sama Ibu
Jangan kaget yah, kalo di awal pernikahan, suami anda bentar-bentar nelpon ibunya nanyain ini lah, itu lah, mau beli setrikaan merek apa, kalo sakit mau minum obat apa, dll. Awal-awal sih kayaknya sexy liat suami sayang sama ibunya dan respect, tapi kalo kelewatan, yah..... NYEBELIN. Setuju???

  • Perhitungan sama doku
Kolega-kolega saya yang orang Belgia, (French speaking Side) pada ngaku mereka pada umumnya memang radin alias pelit, tapi ngakunya sih sifat pelitnya itu gak separah orang Prancis. Saya sendiri sih menilainya mereka bukan pelit, tapi suka itung-itungan. Demen banget mereka hitung-hitung sendiri, terus setres sendiri. hehehe.. Suami saya sendiri pelit banget buat dirinya sendiri, tapi kalo untuk beli ini-itu buat saya, dia malah seneng, dompetnya terbuka dengan lebar kalo saya bilang mau ke salon atau mo beli sepatu misalnya. Heran!?

  • Ramah, tapi tertutup (senang bergrup-grupan)
First impression saya untuk orang-orang Belgia, adalah friendly. Tapi itu first impression yah! Setelah ke sini-sini, i learnt that mereka sebenarnya sangat tertutup untuk orang baru. Ini pendapat saya untuk orang Wallonie alias French speaking side-nya yah, saya gak terlalu tau dengan Flamish side nya. Awalnya saya pikir ini akibat kurangnya bahasa Prancis saya. Orang Belgia pada umumnya senang menjalin relasi jangka panjang dengan temen-temen sekolah misalnya. Mereka bergaul dalam sebuah grup yang sudah saling mengenal satu sama lainnya sejak lama, dan tetap hang out dengan grup yang sama sampai mereka kerja, berkeluarga, punya anak, dll. Jadi sepertinya mereka tau history masing-masing. Sudah beberapa kali saya ikut hangout dengan teman-teman suami saya, dan awal-awal saya hang out dengan mereka, saya berasa gak nyaman banget. Pertama kali banget sih pada ramah, tapi 1 atau 2 jam kemudian, saya merasa sendirian walaupun berada dalam grup yang besar. Saya sempat berpikir ini karena masalah bahasa, sampai pada akhirnya suatu hari saya hang out lagi, dan ada seorang temen dari salah seorang yang merupakan bagian dari grup ini ikut hang out. Si temen ini orang Belgia juga yang berbahasa Perancis tapi tidak termasuk bagian dari grup mereka. Setelah 1 atau 2 jam dicuekin ya pasti lah pada akhirnya kabur, menghilang entah ke mana karna mungkin merasa gak nyambung dan gak nyaman.
 

  • Nge-date orang dalam group yang sama
Sudah gak heran lah, kalo sifat mereka sengannya grup grup-an, ya tidak sedikit dari mereka yang akhirnya nge-date temen-temen dalam grup yang sama dan bahkan hingga menikah dan punya anak. Ini hasil obervasi dari kolega-kolega saya, temen-temen segrupnya suami saya, dan bahkan adik ipar saya sendiri saat ini menjalin hubungan dengan temen dari grupnya. Kadang mereka putus, kemudian menjalin hubungan dengan teman yang lain tetep dari grup yang sama, dan masih tetep hang out seperti biasa. Hmm, kayaknya kalo buat orang Indonesia berat kalau harus tetep berhubungan dengan mantan-mantan, tapi buat mereka ya wajar-wajar ajah. 

  • Orang Wallonie lebih santai, Orang Flamish rasist
Ini lagi-lagi saya melihatnya dari perspective orang Wallonie. Kebanyakan dari mereka lebih demen nyantai, hasilnya kebanyakan orang Wallonie tidak bisa berbahasa Belanda, sebaliknya orang Flamish banyak yang bisa berbahasa Perancis, berbahasa Inggris, dll, tapi mereka jadinya rasist. karna dianggapnya orang Wallonie males, kalo ke daerah Flamish mereka gak terlalu mau berbahasa Prancis (katanya).


  • Orangnya seru, suka berpesta
Orang Belgia gak jauh-jauh sifatnya kayak orang Ambon dan Manado. Senengnya pesta-pesta. Kalo di Bali orang asing pada ngeluh: "upacara lagi - upacara lagi", di sini yah gitu: "festival lagi - pesta lagi." Yang pada akhrinya jurusannya: beer lagi beer lagi. Intinya di Belgia itu banyak festival yang pada akhirnya membuat orang Belgia senang menikmati hidup dengan berpesta-pesta. 

  • Menghargai wanita
Pria Belgia sangat menghargai wanita. Buktinya, bukan wanita aja yang harus bekerja di dapur. Saya sering banget dimasakin sama suami, pas liburan, suami saya sering bersih-bersih, dan saat jalan-jalan, saya capek nenteng tas, dia sering bawain tas saya walaupun alhasil dia jadi keliatan gay karna nenteng-nenteng tas cewek. Saya juga sering perhatiin, bapak mertua saya sering bikinin kopi buat ibu mertua saya yang baru bangun tidur, bapak mertua saya sering bersih-bersih rumah, dan kadang dia yang masak, dan tentunya pekerjaan berat seperti berkebun tetap dia kerjain.


  • Open mind
Orang Belgia sangat bersikap terbuka terhadap orang luar. Buktinya, Brussels yang merupakan ibu kota Belgia penduduknya sendiri kebanyakan bukan orang Belgia. Itulah alasannya setelah menikah dengan orang Belgia, urusan Birokrasi jadi diperlancar dan kita diperlakukan selayaknya orang Belgia sendiri. 

Nah, itu lah pandangan saya mengenai karakter umum si pria-pria Belgia. Kalau ada yang tidak setuju, atau ada yang mau menambahkan, ya silahkan ruang comment-nya. 

Jangan lupa, ini hanya karakter general saja, tapi karakter setiap orang itu ya beda-beda spesifiknya.. 

Have a good day :)

Jumat, 18 Maret 2016

Liburan ke Turki dengan masa berlaku passport kurang dari 6 bulan

Bagi temen-temen yang mau berkunjung alias berlibur ke Turki, Visa kunjungan untuk WNI tidak rumit untuk didapatin. Visa dapat diurus dengan datang langsung ke ke kedutaan Turki setempat, secara online, atau bahkan on arrival alias per kedatangan di bandara Turki. Berbeda dengan pemegang passport Eropa yang dapat memperoleh visa selama 3 bulan (90 hari), WNI hanya diberikan jangka waktu visa selama 30 hari.

Saat itu kita berpikir untuk mengurus visa secara online karena lebih praktis, tidak perlu ke kedutaan Turki segala. Yang penting sih masa berlaku pasportnya harus diperhatikan. Nah ini dia masalah saya waktu itu: Masa berlaku passport kurang dari 6 bulan!! ENG ING ENG…..

Saat itu, masa berlaku passport saya setelah tanggal keberangkatang hanya 4 bulan dan 22 hari. Saya dan suami seperti orang kebakaran jenggot, karena saat itu hari libur kami sudah diajukan dan sudah di-OK-in sama tempat kerja kami masing-masing jauh sebelum hari H, tiket sudah dibeli, hotel sudah dibooking, tapi seminggu sebelum berangkat kitanya setres soal persyaratan pengajuan visa.
Saya menelpon ke kedutaan Indonesia di Belgia dan bertanya soal pengurusan passport kilat. Eh, pas ke kedutaan bukan berasa terbantu tapi kok rasanya seperti dikerjain. Bukan salah mereka sih mungkin, tapi ribet abiz deh berurusan sama KBRI sini. Mesin cetak passportnya rusak jadinya gak bisa dibantu. Di website KBRI Belgia saat itu sih tertulis kalau pengurusan Passport hanya memakan 5 hari kerja tapi kenyataanya sangat menyedihkan: 1 bulan bok.
Setres dengan keadaan ini, saya menelpon ke keduataan Turki dan menanyakan soal masa berlaku passport saya kurang dari 6 bulan, dan mereka bilang sih gak bisa. Berpikir nekat aja dan mau ngurus visa on arrival, saya stress lagi setelah lihat banyak kisah di internet tentang orang-orang yang ditendang keluar alias ditolak karena masa berlaku pasportnya kurang dari 6 bulan.
Walaupun berpikiran gak bisa, suami saya mencoba beli visa secara online, dan TARA….. ternyata berhasil membeli visa untuk saya. Usul punya usul, ternyata yang paling terpenting adalah masa berlaku passport harus paling sedikit 3 bulan setelah visa berakhir. Dan untungnya sih visa yang diberikan untuk WNI cuman satu bulan. Jadi ada untungnya juga waktu itu buat saya menjadi WNI. Sementara untuk pemegang passport Eropa masa berlaku passport mereka itu WAJIB, KUDU, dan HARUS paling sedikit 6 bulan setelah tanggal keberangkatan sehingga saat 3 bulan masa berlakunya visa mereka habis passport mereka masih 3 bulan berlaku.

SIngkat cerita, Saya dan suami dapat berlibur dengan tenang setelah bersetres-setres ria.. 
Jadi intinya: bapak2, Ibu2, mbak2, mas2 yang lagi di luar negeri dan mau berlibur ke Turki, masa berlaku passportnya kurang dari 6 bulan, minimum 4 bulan sih masih bisa capcus, tapi lebih penting lagi pesen saya, jangan ditiru perbuatan saya ini, sebaiknya sih diperhatiin yah masa berlaku passportnya kalau sudah kurang dari 6 bulan harus diwanti-wanti dari awal dan segera diperbaharui jadi gak keteteran kalau mau ke mana-mana.